Ngudang As Folklore: Parenting Model Based On Javanese Local Wisdom

Dian Agustin, Soffya Ranti Mahmudah, Fitra Riyanto, Aditya Putra Pratama Santosa

Abstract


Family is the first place for children to learn morals and character through communication and interaction processes. Father and mother have the primary obligation to educate good character to children. For the Javanese, this parenting model is contained in their folklore called ngudang. Ngudang in Sanskrit means ‘to be praised’ or ‘expected’. It can be recognized as the cheerful humming sung by parents to their children to cheer them on. This paper aims to explore Javanese parenting model through ngudang. It uses the qualitative approach as the method of research with the data is obtained through observing and literary study on Folklore studies. Through this parenting model, it is hoped to be used as a reference to instill good character traits in children.


Full Text:

PDF

References


Danandjaja, J. (1991). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, Dan Lain-Lain. Pustaka Grafitipers.

Endaswara, Suwardi. (2005). Tradisi Lisan Jawa Warisan Abadi Budaya Leluhur. Yogyakarta: Narasi

_________________. (2013). Pendidikan Karakter dalam Folklor: Konsep, Bentuk, dan Model. Yogyakarta: Pustaka Rumah Suluh.

Geertz, H. 1983. Keluarga Jawa. Penerjemah Hersri. Jakarta: Grafiti Pers.

Hawari, Dadang. (1997). Al-Qur'an Ilmu Kedokteran Jiwadan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Dana Bhakti

Primayasa.

Idrus, M. (2012). Pendidikan Karakter pada Keluarga Jawa. Jurnal Pendidikan Karakter, 118-130.

INSANI, I. H. (2011). KAJIAN ETNOPRAGMATIK TERHADAP BAHASA NGUDANG BAYI DI DESA DUNGPOLO RT 01 RW X, NGADILUWIH, MATESIH, KARANGANYAR. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Izzaty, Rika Eka.(2008). Peran Aktivitas Pengasuhan Pada Pengasuhan Perilaku Anak Sejak Usia Dini (Kajian Psikologis Berdasarkan Teori Sistem Ekologi). Tinjauan Berbagai Aspek Character Building. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana.

Landry, S.H., Smith, K. E., Swank, P. R., Asel, M. A., & Vellet, S. 2001. “Does Early Responsive Parenting Have a Special Importance for Children’s Development or is Consistency across Early Childhood Necessary?”. Developmental Psychology. 37 (3) 387-403.

Mas’odi, M. R. (2017). TRADISI NYANYIAN ANAK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR. Sekolah Dasar, 49-61.

Mulder, N. (1985). Pribadi dan Masyarakat di Jawa. Jakarta: Sinar Harapan.

Muttakin, Hidaytaul (2015), Pendidikan Karakter Dalam Lirik Tembang Dolanan Anak-Anak sebagai Bahan Ajar di Sekolah Dasar, Skripsi, Universitas Negeri Semarang.

Puspitasari, P. (2018). PERUBAHAN FUNGSI KIDUNG DALAM NGUDANG:DI DESA SUMBERURIP KECAMATAN DOKO KABUPATEN BLITAR. Skripsi, Institut Seni Indonesia, 1-63.

Ratih Baiduri, A. Y. (2017). POLA PENGASUHAN KELUARGA ETNIS JAWA HASIL PERNIKAHAN DINI DI DELI SERDANG. Antropologi Sumatera , 252-258.

Saptawuryandari, Nurweni (2017). TEKS (LAGU) DOLANAN ANAK: WARISAN DAN INDENTITAS BUDAYA BANGSA SEBAGAI ALTERNATIF PEMBENTUK KARAKTER ANAK BANGSA, Prosiding Seminar Nasional #3: Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Konteks Global Jember: Universitas Jember. 22 Maret 2017. Hlm 616.

Sukmadinata, N. S. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suseno, Frans Magnis. (1984). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa:

Jakarta: PT. Gramedia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.